Menyelami Kata Didik

Dalam dunia pendidikan terdapat banyak kata yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan. Salah satu penulis coba bahas dalam catatan kecil ini adalah Kata didik. Pendidikan misalnya berasal dari kata didik, yang disisipi imbuhan Pe- dan-an dapat bermakna (sebuah) proses. Sementara kata didik sendiri berdasarkan KBBI bermakna mililihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan), contoh penggunaannya adalah "seorang ibu wajib didik anaknya baik-baik." Maka orang yang melakukan tugas didik dinamakan guru, sadar maupun tidak, seorang ibu secara otomatis adalah guru bagi anak-anaknya!

Dalam bahasa arab padanan kata yang memiliki kesesuaian dengan kata didik adalah kata tarbiyah. Tarbiyah berasal dari tiga  pagertian kata yaitu "rabba, yurabbu, tarbiyatan" yang berarti memperbaiki sesuatu dan meluruskannya. Kalau di pahami lebih dalam, kata Rabba merupakan seakar kata dengan kata Rabb yang diartikan pemilik, pemilihara dan pendidik. Sementara itu pendidik dinamakan dengan murabbi, secara luas mengacu kepada pendidik yang tidak hanya mengajarkan sesuatu ilmu tetapi dalam waktu yang sama mencoba mendidik rohani, jasmani, fisik, dan mental anak didiknya untuk menghayati dan mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.



penggunaan kata dari asal bahasa yang penulis rujuk dalam tulisan ini, bertujuan membantu kita dalam menyelami makna terdalam dari pelaksanaan pendidikan. Karena mengenal penggunaan kata-kata itu adalah bagian yang tak boleh dipisahkan bagi siapapun. Sebab semua kita pasti pernah di didik dan/atau mendidik. Terlebih lagi yang hari ini diberikan tanggung jawab untuk mendidik, orang tua didik, penyelenggaraan pendidikan, mitra pendidik, tenaga kependidikan dan sebagainya. Kesemuanya itu merupakan iklim penting yang disepakati oleh  pakar pendidikan secara lebih sederhana menjadi 3 pilar pendidikan, Sekolah, keluarga dan masyarakat.


Untuk menggambarkan pilar-pilar ini secara sederha adalah; Sekolah merupakan isnstusi yang mengorganisir pelaksanaan pendidikan formal secara terstruktur, sistematis dan berkelanjutan. Peran sekolah merupakan sebagai motor utama menjembatani tanggungjawab orang tua untuk "diproses, diproduksi, diolah" menjadi bahan jadi yang siap pakai di tengah-tengah masyarakat. 


Pakar Pendidikan dari Akademi ITS Prof. Dr. Daniel Muhammad Rasyid menyebutkan bahwa Kita harus melihat keluarga sebagai satuan pendidikan yang utama dengan merancang kurikulum libatkan keluarga, masyarakat, serta sekolah yang bersifat melengkapi, tambahan. Dan sekolah harus lebih banyak memberikan praktik kepada para peserta didik. Tujuannya adalah memperluas kesempatan belajar untuk memulai hidup merdeka, mandiri, bertanggung jawab, sehat, dan produktif. Maka penting untuk menanamkan sifat, karakter yang menuntun keleluasaan belajar." 


Pembinaan karakter yang komprehensif tidak hanya dibebankan kepada sekolah tetapi juga mengikutsertakan setiap elemen yang ada di masyarakat sebagai wadah pembinaan karakter setiap individu. Sehingga diperlukan otonomi dan pembagian tugas secara luas, lengkap dan terarah. Agar capaian bisa optimal yang dianandark pada penguatan kurikulum yang sudah dibuat. Pencapaian itu akan terwujud dengan terbentuknya iklim dan kesadaran bersama dalam menjalankannya.
Selain menitik beratkan pada pendidik memberikan pengalaman belajar bagi anak didik secara langsung, diarahkan, dan diawasi. Diperlukan juga peran kolektif tenaga kependidikan di sekolah  Supaya apa yang disampaikan pendidik tidak abstrak yang bersifat teoritis semata. Pendidikan tentu punya daya yg kuat dalam mentransfer pengetahuan, sikap dan nilai. Karena proses pendidikan tidak semuanya bisa digantikan secara digital. Melainkan keikutsertaan dalam memberikan pengalaman kepada peserta didik secara konsisten, hingga berumbuh dengan kemandirian dan tanggung jawab. 


Sebagai penutup tulisan ini, kita hanya mampu melakukan telah kita ketahui dan bisa kita lakukan. Selebihnya merupakan ruang Hidayah dan Jalan taqdir yang telah Allah tentukan. Sebab sebenar-benarnya pendidik yang Maha sempurna adalah Allah 'azza wajalla semata. Kita hanya Allah lihat dari apa yang kita kerjakan, yang dengan itu kita berharap dalam untaian do'a, sehingga Allah muliakan siapa yang bersungguh-sungguh dalam dunia pendidikan, guru, wali murid dan semuanya, masing-masing ambil peran untuk bekal amal-amal kita kelak di hadapan Rabb kita. Amin.

Bismillah.. semoga!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERAN GURU PENDIDIKAN ISLAM

IAIN Menjadi UIN Tanggungjawab Siapa?